Tuesday, October 06, 2009

BULE PATIENT

Sumpah serapah keluar dari lidah duniawi sy ketika perlakuan beberapa tim medis di Jakarta saat membandingkan reaksi mereka akan konsultasi 2 pasien di lokasi kerja dengan luka yang sama akibat kecelakaan kerja. Yg beda, satu penduduk lokal bekerja sebagai pemotong rumput sementara satunya lagi bule bekerja sebagai manager.

Coba bandingkan jawaban tim medis di kantor pusat terhadap kedua pasien tersebut:

Pasien A (bule, site manager, luka laserasi di telapak tangan kanan):
1. Please advise your site location and also you phone number, our doctor wish to speak with you for patient's condition.
2. Wash wound with 2 liters of either sterile water or bottled water, explore the wound carefully and tell me if you see any tendons, bones, or any foreign bodies-? Take a picture of the wound spread open and send to me. Make sure you test the complete function of the hand and all the fingers and nerves, send us your report. Remove foreign bodies if loose in wound. I need a full formal report of a hand injury- call me. Don't close the wound- put saline quaze loosly in wound, remove tomorrow, clean with sterile saline and report back ASAP either by calling us tonight ASAP or tomorrow when communication availble. The plan is if the wound is superficial - we can do care by you- if we think deeper or needs surgeon he will need evac- for tonight- clean wound as above, don't close and give Augmentin if not allergic.
3. Please keep us update within 24hrs as per CD advise.
4. Please update us the current condition of Mr. CH and if possible send us the newest picture of the patient's wound condition.
5. Pls advised us when patient return to his home country.Pls also advised patient to get treatment when he return to his home country.
6. If there is any concern about the wound, we could get him reviewed while he is in Singapore next week. Could we have the contact number for the patient so that I could speak to him directly?

Pasien B (karyawan lokal, tukang potong rumput, luka laserasi di jari kelingking tangan kanan):
1. Hi James, thank you for the report. Appreciate to keep the procedure being maintained onsite. Have a nice day. Regards, CD

Ironis! Pelayanan medis di perusahaan yg notabene ber-merk internasional ternyata msh membeda-bedakan ras dalam memberikan pelayanan. Ataukah kemerdekaan yg telah kita raih lebih dari 64 tahun yang lalu masih menjadikan kita terjajah? Sudah merdekakah mental kita, bung?

Sunday, September 20, 2009

LEBAR(AN)

Mungkin kata Lebaran berasal dari kata Lebar ya.. Mungkin saja -yg diinginkan bagi kita agar me-Lebar-kan pintu hati untuk maaf bagi sesama; me-Lebar-kan rumah utk menerima kaum dhuafa yg membutuhkan; me-Lebar-kan tangan utk merangkul sesama yang membutuhkan; me-Lebar-kan mata jasmani & bathin utk melihat masih ada sesama kita yg membutuhkan uluran tangan kita; me-Lebar-kan ...

Apapun arti kata tersebut, dr lubuk hati yg terdalam sy ingin mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI kepada rekan2 yg merayakannya; semoga selalu diberi kemudahan dalam menjalani hari2 yg menantang sampai kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan dan Lebaran tahun depan...

Monday, August 24, 2009

Ramadhan dan Niat

Ramadhan identik dgn apa ya? Coba kita urut satu persatu: sahur, puasa, ngabuburit, berbuka dgn yg manis, kurma, es kelapa muda, kolak, dll. Deretannya msh panjang. Bagi kaum Muslim, bulan Ramadhan merupakan bulan yg penuh berkah. Bagi sy? Berkah juga dong, secara makanannya pd enak-enak semua, hehe...

Ramadhan tahun ini niat sy sdh bulat: ingin ikutan puasa seperti rekan-rekan umat Muslim. Kalau umat Muslim tujuannya utk ibadah, sementara sy utk membuang lemak-lemak berlebih di tubuh supaya perut bisa tambah kecil dan yg ujung-ujungnya biar lebih langsing, hehe... Semoga!

3 hari sudah berlalu dan sejauh ini fine-fine saja. Yg kata org puasa bisa bikin maag rupanya hanya isapan jempol belaka. Ternyata puasa itu mudah dijalani asal ada niat yg kuat utk menjalaninya. Seperti pepatah Papua: Where there is a will, there is a way. Yg artinya, kalo ada si Will, maka disitu pasti byk busway, hahaha...

Eniwei, selamat menjalankan ibadah puasa buat rekan-rekan Muslim. Semoga membawa berkah dan kembali Fitrah. Amin...

Saturday, August 08, 2009

Tangkap Teroris

Fenomena Mbah Surip

"Tak gendong..ke mana-mana..Tak gendong ke mana-mana..Enak tau..Hahaha…”

Lagu fenomenal ini asli gubahan Urip Aryanto yg lebih dikenal dgn sebutan Mbah Surip sempat menempati deretan atas beberapa tangga lagu terpopuler di Indonesia. Pria nyentrik dgn rambut rasta ala Bob Marley serta topi kupluk yg lahir di Mojokerto 5 Mei 1949 ini semasa hidupnya berpindah2 dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya; mulai dari pengeboran minyak, tambang berlian di beberapa negara sampai akhirnya memilih kembali hijrah ke Indonesia sebagai seorang seniman.

Mbah Surip pernah mendapatkan rekor MURI (museum Rekor Indonesia) untuk kategori menyanyi terlama selama 60 jam! Wahh, kuat ya.. Salah satu gubahan yg dinyanyikannya, Tak Gendong, merupakan karya gubahan seorang Mbah Surip pd thn 1983 semasa beliau tinggal di Amerika Serikat. Menurutnya lagu ini memiliki makna filosofi tersendiri, yakni belajar salah. Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran “Manusia Indonesia Sejati” yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut.

Pria yg kerap mengucapkan kalimat I Love You Full ini menghembuskan napas terakhir di hari Selasa 4 Agustus 2009 pkl. 10.30 dan akhirnya dikebumikan di kawasan Bengkel Teater Rendra milik WS Rendra di Depok. Selamat jalan mbah...

Thursday, July 30, 2009

PEMILU ANEH

Hmm, pemilu kali ini bener2 ga nyangka bakal ikut memilih. Pasalnya, ngga ada pemberitahuan bagaimana proses biar jadi DPT bila bukan penduduk asli. Nah, begitu hari H-nya baru bingung. Selama ini teteup kekeuh pada LANJUTKAN!, tp klo ga bisa memilih mah sama wae...

Kampanye ketiga pasangan sangat hebat, termasuk obral janji sana-sini melalui media apa saja. Sepintas, semua bener2 hebat-dahsyat-mantap! Tapi, gak se-menggelitik kampanye ala komik yg sy dptkan melalui sebuah situs di internet.

Berikut gambar peserta Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2009:

Keluarga Goda

Megawati - Jaiko (Adik Giant)

Prabowo - Giant

Layaknya Jaiko yang pendiam dan jarang muncul dalam cerita Doraemon, Megawati selama ini memang cenderung kurang cerewet. Ia perasa dan mudah tersinggung, terbukti dari sikap perang dinginnya (Baca: Cuek-cuekan) dengan SBY (Mirip Jaiko yang sangat sensitif jika ada orang yang mengkomentari karya komiknya). Sementara Prabowo, bak Giant yang selalu melindungi Jaiko, terkesan lebih dominan dalam hubungan capes/cawapres dan juga lebih vokal dalam menyerukan aspirasinya. Karakter Giant sebagai anak nakal, tukang bully, juga bisa menjadi perlambang citra Prabowo yang selama ini terbelit dengan masalah HAM.

Keluarga Nobi

SBY - Nobisuke (Papa Nobita)

Boediono - Nobita

Ayah yang baik, pegawai biasa tanpa prestasi yang menonjol, tekad yang agak lemah (Usahanya untuk berhenti merokok selalu gagal). Itulah sifat-sifat Nobisuke. Karakter yang pas untuk SBY yang selalu terkesan lamban dalam mengambil tindakan dan terkesan lembek dalam menghadapi lawan politiknya. Walau masa pemerintahannya sepanjang tahun 2004 sampai pada tahun 2009 secara keseluruhan dianggap cukup baik (Baca: Gak ancur-ancur amat), SBY tidak berhasil menorehkan prestasi yang menonjol. Pemilihan Boediono sebagai pendamping SBY pada awalnya menuai banyak kritikan. Citra “kapitalis” Boediono dianggap dapat menjadi titik lemah dari duet SBY-Boediono. Sebagai wajah baru non-partai di bursa pemilihan presiden/wakil presiden, Boediono dikritik (setengah difitnah) oleh lawan-lawannya sebagai antek-antek asing dan penganut neo-liberalisme (Suatu istilah yang sampai sekarang gak jelas artinya apaan). Bak Nobita yang selalu dibully oleh Giant dan Suneo, kritikan dan tuduhan (termasuk urusan agama istrinya) berdatangan secara bertubi-tubi baik dari pendukung “Keluarga Goda” (Yang mengangkat tema ekonomi yang Pro-Rakyat) ataupun dari pendukung “Keluarga Honekawa” (Yang mempunyai citra sebagai duet capres/cawapres yang paling Islami).

Keluarga Honekawa

JK - Papa Suneo

Wiranto - Sunetsugu

Rasanya tiada karakter lain yang lebih cocok untuk mewakili JK selain daripada figur Papa Suneo. Selain tampangnya yang memang mirip (”Jambul”nya juga pas bow!!! XD XD), citra JK sebagai seorang saudagar (Baca: Pengusaha kaya) juga terwakilkan oleh Papa Suneo yang juga adalah pengusaha sukses dari kalangan berada. Sementara itu, bingung mo komentarin apa buat Wiranto - Sunetsugu. (Ya… Cuma mirip di sisiran rambutnya ^^;;; ) Soalnya Sunetsugu itu jarang banget nongolnya! Mungkin cuma bisa dibilang, Wiranto juga jarang nongolin muka? (Seringan JK yang maju).

Hahahahaaaaaaaaaaa... Ngakak juga baca ide kreatif ini, dan kampanye ini bener2 lebih memikat dibanding iklan kampanye di tipi. Lalu, bagaimana cara agar bisa ikut Pemilu?

Awalnya hanya mengantar seorang teman untuk contreng. Begitu tiba di TPS dan lihat nama2 DPT yg tertera di dinding luar, ternyata ada beberapa nama yg terdaftar namun orgnya lagi cuti. Hmm, ide nakal ini, hihihi...

"Bu, mau ikut contreng tp kartu sy tdk ada" "Namanya siapa, pak?" "Guritno Soeleman, nomer urut 247" (dgn wajah super pede) "Ooo, ada pak. Ini kertas suaranya. Silahkan"

Mohon maap pak Guritno, namanya dipinjem untuk nyontreng. Hehehe... Kalo dah begini, Pemilu-nya yg aneh atau oknum-nya ya? Lanjutkan!

Thursday, May 14, 2009

My ATM Card

Beberapa hari ini sy sedikit kesel. Pasalnya salah satu objek penting yg selalu ada di dompet kelupaan di lokasi kerja. Kok?

Awalnya sy nitip ATM Card ke rekan kerja di Balikpapan utk diminta tolong transferin ke rekening sodara (berhubung di lokasi kerja bener2 terpencil, boro2 ATM, bank pun ga ada satupun...). Setelah semua urusan pentransferan selesai, baru dipikirkan gimana caranya tuh ATM kembali ke dompet.

Nah, si ATM msh di Balikpapan sementara sy msh di lokasi. "dititipin sm temen yg mau gantiin sy di lokasi", begitu pikir sy. Besoknya, temen dtg (membawa ATM) ke lokasi. Tp, dasar sdh tua (nyadar juga ya...) jd penyakit pikunnya kambuh lagi, hehe.. Sy lupa, dia juga lupa. Begitu pesawat take off baru inget. Duuhhh, ATM ketinggalan.

Skejul pulang ke Jakarta yg tadinya tgl 11 Mei diundur jd 12 Mei, otomatis krn pembatalan kurang dr 24 jam jdnya kena cancellation fee. Bingung dah. Di dompet duit sisa 50rb plus beberapa lembar 5ribuan dan seribuan. Waduhh... untung ada kantor di Balikpapan, jd mereka yg bayarin dulu cancellation fee 300rb plus pinjem duit sama bos di sana (malu-maluin dehh..).

Rencana hari ini si ATM tiba di Jakarta titip sama temen yg dr Balikpapan. Hoorraayyy... akhirnya bisa jalan2 ga terkekang di dalam kamar krn ga tau mau kemana. Pelajaran moral: kalo rada pelupa, semua mesti dicatat ya James... Iyaaa...