Thursday, October 22, 2009

TOUR OF KARIMUNJAWA

Trip ini sdh kami susun jauh2 hari; awalnya byk yg konfirm ikut –tp ujung2nya beberapa hari sebelum hari H malah cancel. Malahan Ela, yg dari awal paling semangat, hampir ga ikutan krn 2 hari sebelum brangkat memilih utk jd relawan ke Padang. Namun, 1 hari sebelum berangkat terkumpullah 4 orang yg bener2 memiliki niat & kesempatan utk menjadi bagian dari serunya Tour of Karimunjawa –Ela Herawati, Ruth Patricia, Kaleb Malau, dan sy sendiri. Boleh!

Jumat, 16 Oktober 2009

Bus Nusantara, kendaraan yg kami pilih utk membawa kami ke Semarang/Jepara sore itu, berangkat tepat waktu dr Lebak Bulus -5 sore sharp! Kemahiran sang supir serta bus yg baru membuat perjalanan benar2 nyaman dan tepat waktu (malahan kecepatan). Keluar dari terminal, disuguhi dgn kemacetan Jakarta yg tak pernah absen di sore hari. Salah satunya ya krn ada mobil mogok di tengah jalan, tepat di depan kami. Dorong mas... Jam 9an, bus ngaso sebentar utk mengijinkan kami para penumpang makan malam (yg sdh termasuk dari harga tiket bus). Lepas dari rumah makan tersebut, kami sdh benar2 lelah akibat kesibukan kerja seminggu. So, tidur is the right choice. Zzz..zzz..zz...

Itinerary: Lebak Bulus – Jepara (17.00 – 4.00)

Budget : 115.000
Contact Person: Bus Nusantara 0818891696

Sabtu, 17 Oktober 2009

Tiba di Jepara terlalu pagi –jam 4 subuh bow! Pilihan kami stop di Jepara krn kami kehabisan tiket kapal cepat Kartini dr Semarang. Dr Jepara jg ada kapal ferry, tp saat itu kapal ferry yg kami rencanakan jg sdg masuk dok. Info dr teman Indra kami bs menghubungi pak Ripin, nahkoda kapal penduduk, yg sering pp Karimunjawa-Jepara.
Mesjid Agung Jepara, yg letaknya tepat di alun2 kota, merupakan pilihan kami utk bersihin hati (dan badan). Lumayan. Melanjutkan perjalanan, kami berjalan kaki ke terminal sambil mencari ATM (info: tidak tersedia ATM di Karimunjawa). Satu cerita lucu; saat nemenin Ela masuk ke ATM Niaga, lama kami nungguin di luar trus dia keluar dan bilang, “duh, ATM rusak”. Ya iyalah, sdh jelas2 di layar tertulis: MAAF, UNTUK SEMENTARA MESIN INI TIDAK BISA DIGUNAKAN. “Lah, jd dr td di dalam ngapain sj? Nyadarnya suka telat ih..” hehehe...
Makan! –pilihan prioritas kami. Salah satu (mungkin satu2nya) yg buka ialah warung bu (siapa ya namanya). Bener2 maknyuss, sekaligus numpang ngecharge batre ya bu.. Setelah kenyang, kami minta becak membawa kami meluncur ke pelabuhan Jepara. Menunggu benar2 melelahkan, kabarnya jam 9.30 (lalu molor menjadi jam 10) kapal berangkat; tapi jiwa narsis yg menghinggapi kami dari lahir membuat waktu ga terasa lama –becak dan mobil SAR menjadi sasaran kenarsisan kami, hehe..
“Mas, nanti kalian langsung ke kapal saya di dermaga ya. Saya ada di warung samping kalian tp kita jgn ketemu dulu sekarang..” begitu pesan pak Ripin. Aya naon? Rupanya keberangkatan kapal tsb ditunggu2 oleh para penduduk yg ingin ke Karimunjawa krn pilihan kapal ferry tdk ada. Jadi, saat kami naik kapal tsb bener2 sperti mau mengungsi –santai, saat ada yg nanya naik apa jawab kami belum tau, jam 10 ke dermaga dan langsung naik ke kapal, sesaat kemudian kapal berangkat! Situasi di kapal? Foto2 ini menjelaskan semuanya, bahkan ada yg harus berdoa mohon bimbingan Yang Kuasa :-)
6 jam perjalanan di tengah laut –pusing, mabuk, lapar- semua jadi satu! Namun tiba di Karimunjawa (sdh jam 4 sore) benar2 membayar semua itu. Beautiful islands! Langsung kami menuju ke Wisma Apung tempat kami menginap hari itu. Letaknya yg di laut merupakan pilihan terbaik kami; seperti apa sih nginap di laut, begitu pesan teman2. Padahal sy dan Kaleb, yg lokasi kerja kami biasa di laut, sdh biasa (bosan tepatnya) tidur di laut atau tengah laut.
Beres2 sebentar, langsung lompat ke laut dangkal di belakang kamar. Saking asyiknya sampai tidak menyadari beberapa hal –banyaknya bulu babi sampai2 kaki Ela harus jd korban keganasannya, kenalan dgn tamu lainnya yg ternyata hari2 selanjutnya kami lalui bersama, dan yg parah ialah ternyata air pembuangan kamar mandi penginapan langsung ke laut pdhal kami langsung main nyebur aja; pantesan pada gatal2, arrgghhh...
Malamnya kami disuguhi hidangan ikan bakar dan bertemu dgn Indra (yg seorang EO saat itu membawa belasan tamu) dan Ipul (eks rekan kerja beberapa thn lalu). Reuni yg menyenangkan! Setelah itu jiwa narsis membuat kami mengabadikan kegiatan di malam hari –foto bersama, foto cinta terlarang, foto tidur. Jam 11an baru kami bisa tidur malam itu dengan sebuah pesan “besok bangun lebih awal ya, jam 5 pagi kita ke pasar lokal...”. Oke oke oke…

Itinerary: Jepara – Karimunjawa (10.00 – 16.00)

Untuk jadwal kapal cepat sbb:
Kapal Motor Cepat Kartini I
Waktu tempuh :
*Semarang-Karimunjawa : 3 – 3,5 jam
*Jepara-Karimunjawa : 2,5 jam
Reservasi :
*Budi Utomo : 081 328 266 781
Jadwal Keberangkatan :
*Hari Senin : Setiap minggu pertama dan minggu ketiga
Semarang – Karimunjawa: 07:00 WIB
Jepara – Karimunjawa: 09:30 WIB
*Hari Sabtu : Semarang – Karimunjawa: 08.30 WIB
*Hari Minggu : Karimunjawa – Semarang: 14.00 WIB
*Hari Selasa : Setiap minggu pertama dan minggu ketiga
Karimunjawa – Semarang & Karimun Jawa – Jepara: 11:00 WIB
Harga Tiket :
*VIP Semarang – Karimunjawa : Rp. 145.000
*Bisnis Semarang – Karimunjawa : Rp. 125.000

Sementara untuk kapal ferry sbb:

Kapal Motor Ferry Muria
Waktu tempuh Jepara – Karimunjawa : 5 – 6 jam
Reservasi:
*ASDP Jepara : (0291) 591 048
*Retno : 081 228 955 10
Jadwal keberangkatan :
1. Hari Rabu : Jepara – Karimunjawa, jam 08:30 WIB.
2. Hari Kamis : Karimunjawa – Jepara, jam 08:30 WIB.
3. Hari Sabtu : Jepara – Karimunjawa, jam 08:30 WIB.
4. Hari Senin : Karimunjawa – Jepara, jam 08:30 WIB.
Harga Tiket :
*VIP : Rp. 75.000
*Bisnis : Rp. 45.000

Budget:

*Makan pagi: 9ribuan
*Becak: 10ribu per becak
*Kapal: 62.500 per orang
*Penginapan AC: 150.000 per orang (termasuk 3X makan)
Contact Person:
*Pak Ripin (nahkoda kapal) 081325011550
*Bu Nurul (pemilik Wisma Apung) 081325110999

Minggu, 18 Oktober 2009

Bangguunnn... Semua pada semangat bangun sesuai pesan semalam. Cuci muka seadanya, gosok gigi dan langsung ke darat utk sekedar jalan2 melihat kesibukan penduduk di minggu pagi. Walaupun tiap pagi selalu ada pasar, namun pasar pagi Karimunjawa di minggu pagi yg paling rame dan sayang dilewatkan. Souvenir, ikan kering, jajanan pasar, buah, apalagi ya... Lalu kami mendapat pesan dari bu Nurul kalau kapal yg disediakan dipakai ber-8, biar lebih irit katanya. Hmm, boleh tuh. Siapa ya rekan perjalanan kami? “mba Dita, mas” Cari orang yg dimaksud dan lho, mereka kan yg kemaren sore nyebur bareng di laut; pada gatal gak ya mereka, hihihi... Sambil menunggu kapal datang, kami sempatkan berenang bareng ikan hiu yg terdapat di penginapan kami. Sayang, hanya kami bertiga yg berani –Ruth, Kaleb dan saya. Ela masih sibuk dgn aktifitas rutin pagi harinya (atau takut ya) dan grup Dita yg ber-4 lg datang tamu bulanan (kok bs kompak datangnya ya?).
Jam 8 tepat kapal datang dan membawa kami berkeliling ke pulau2 di kepulauan Karimunjawa –Cemara Besar dgn ke-eksotisan pantainya, Tanjung Gelam dgn pantai dan bebatuan yg duhh, Menjangan Kecil dgn keindahan bawah lautnya yg cocok buat snorkeling. Benar2 indah! 4 teman sekapal kami ternyata baru lulus kuliah (kecuali satu yg belum) dan jadinya kami panggil mereka dgn ade2 manis (memang manis2 kok..) –Bene alias Dita, Igit, Arimbi, Vivie yg masing2 punya nama unik –Onta, Cumi, Penyu, Tupai! Lucu...
Malamnya kami memilih pindah penginapan ke darat, cari suasana baru. Berkeliling ke semua homestay yg ada tp ga ada yg sesuai selera, akhirnya Wisma Wisata Karimunjawa Pemda Jepara menjadi pilihan terakhir kami. Letaknya yg strategis dan harganyapun bisa ditawar. Utk makan malam dan makan2 selanjutnya kami pilih di warung bu Ester yg letaknya persis di depan penginapan kami dgn “menu bintang lima harga kaki lima”.
Malam hari kami sdh janjian dgn mas Nuril (yg seharian membawa kami berkeliling dgn kapalnya) dan ke-4 ade2 manis utk melihat souvenir yg terbuat dr punggung penyu –cincin, gelang, mata kalung yg sampai sekarang masih setia menemani jari, tangan dan leher.

Itinerary: Pasar pagi – Cemara Besar – Tanjung Gelam – Menjangan Kecil – Daratan Karimunjawa

Budget:
*Souvenir berkisar antara 5.000 – 15.000
*Kapal: 300.000 (bisa turun 250.000 kalau langsung pesan melalui dia)
*Penginapan: 80.000 (dari harga awal 100.000)
*Makan: 8ribuan
Contact Person:
*Mas Nuril (pemilik kapal) 085225869300

Senin, 19 Oktober 2009

“Mas, kapal cepat tdk bs dtg hari ini krn ombak. Kemungkinan besok baru bisa”, begitu pesan pak Asip, kru kapal cepat yg tinggal di Karimunjawa. Melalui dialah kami memesan tiket kapal cepat (benar2 diprioritaskan) dan berbagai informasi. Akhirnya, kami memutuskan untuk kembali berkeliling dgn kapal yg sama setelah menghubungi ade2 manis dan mas Nuril –sepakat harga 250ribu, katanya kalau pesan melalui penginapan memang 300ribu krn 50ribu buat yg punya penginapan. Bisnis juga ya.
Pasar pagi kembali menjadi pilihan kami berjalan2 di pagi hari. Sebelum berangkat kami mengambil snorkeling set lengkap dgn pelampung sesuai pesanan lalu memesan makan siang kami. “pesan buat 10 orang ya, siapa tau yg lain lupa atau ada yg masih lapar”, begitu pesan kami ke pemilik warung yg ternyata tepat krn makan siang teman2 lainnya pada ketinggalan. Perjalanan kami hari ini diawali dgn snorkeling di Cemara Kecil yg segera diakhiri cepat krn seperti ada ubur2 yg menyengat badan beberapa dari kami. Lalu ke Pulau Alang-alang dgn keindahan bawah laut buat snorkeling dan pasir serta bebatuannya; disini sy terjatuh kepeleset dan akibatnya luka2 di kaki dan tangan. Kami makan siang di sini, foto narsis, bahkan iseng naiki perahu kecil milik anak2 kecil setempat yg sampai akhirnya menenggelamkan perahu tersebut. Pffuuhhh... Tempat terakhir ialah Menjangan Besar yg diakhiri dgn berenang bersama ikan hiu, barakuda dan penyu di penangkaran hiu. Kali ini hampir semua kami turun berenang bersama hiu, kecuali Vivie dan Igit (masih datang tamu katanya).

Itinerary: Pasar lokal – Cemara Kecil – Pulau Alang-alang – Menjangan Besar

Budget:
*Kapal: 250.000
*Penginapan: 80.000
*Makan: 8ribuan per orang.
*Snorkeling set lengkap (snorkel, mask, fin): 25.000 & pelampung: 10.000 (pesan ke mas Nuril dgn kualitas yg bagus)
Contact Person:
*Pak Asip (pengurus kapal cepat di Karimunjawa) 081325254105
*Pak Moko (penangkaran hiu & penginapan) 081325130605

Selasa, 20 Oktober 2009

Pagi hari diawali dgn kesibukan masing2; Kaleb memilih berjualan di pasar, Ela & Ruth sibuk dgn belanja, sy sendiri lebih memilih lari berkeliling lapangan dan berjalan keliling pulau. Tidak banyak yg kami lakukan di pagi hari karena menurut info kapal cepat tiba awal jam 9an dan langsung kembali ke Semarang. Buru-buru kami menuju ke dermaga utk membeli tiket yg memang diprioritaskan oleh pak Asip sampai lupa KTP yg ketinggalan di penginapan, lalu kami masih sempat juga membeli souvenir di toko souvenir. Jam 11.45 kapal cepat membawa kami mengakhiri petualangan di Karimun Jawa menuju Jepara lalu Semarang. Di Jepara kapal sandar kurang lebih 30 menit yg menyempatkan kami utk membeli makanan dan minuman. Tiba di Semarang sekitar jam 6 sore dan pelabuhan dlm kondisi gelap gulita plus bingung mau kemana dan bagaimana.
Untung, selama di Karimun Jawa saya berkomunikasi dgn Ovo, teman sekolah sewaktu di bangku SMA yg saat ini berdomisili di Semarang bersama keluarganya. Dia bersedia menjemput dan mengantar kami berkeliling Semarang sebelum akhirnya kami kembali ke Jakarta jam 11 malam nanti. 12 tahun kami tidak bertemu namun tidak banyak yg berubah; thanks to si muka-buku (baca: Facebook) yg mempertemukan kami kembali. Tiba di Semarang, tujuan pertama kami yaitu membeli karcis kereta api tujuan Gambir pilihan satu-satunya yaitu kelas eksekutif; lalu kami makan malam bersama, beli oleh2 di bandeng Juwana, dan berwisata mistis di Lawangsewu. Hiiiii...
Jam 10.30 kami meluncur ke stasiun Tawang dan menunggu kereta yang membawa kami kembali ke Jakarta, sekaligus mengakhiri Tour of Karimunjawa.
Itinerary: Pasar lokal - Jepara - Semarang (bandeng Juwana, Lawangsewu) - Jakarta
Budget:
*Makan pagi: 8ribuan
*Becak ke dermaga: 10.ooo
*Kapal cepat: 60.000 ke Jepara + 30.000 Jepara-Semarang (ini bayar sama org kapal, hehe..) lebih irit 30.000
*Semarang - Jakarta: KA Eksekutif 180.000
Total pengeluaran: 900.000an per orang. Heavenly cheap!

Thanks for: Ela, Ruth, Kaleb untuk kebersamaan suka-duka trip ini; Onta, Cumi, Penyu, Tupai untuk kebersamaan dan berbagi ceria masa muda ke kami yang sudah lanjut usia; Indra untuk informasi yang paling berguna; mas Nuril untuk bantuan dan kemudahannya selama kami di KJ; Ovo untuk tour dalam kota Semarang. Senang memiliki teman perjalanan seperti kalian semua dan berharap pertemanan ini terus berlanjut. Next tour?

Tuesday, October 06, 2009

BULE PATIENT

Sumpah serapah keluar dari lidah duniawi sy ketika perlakuan beberapa tim medis di Jakarta saat membandingkan reaksi mereka akan konsultasi 2 pasien di lokasi kerja dengan luka yang sama akibat kecelakaan kerja. Yg beda, satu penduduk lokal bekerja sebagai pemotong rumput sementara satunya lagi bule bekerja sebagai manager.

Coba bandingkan jawaban tim medis di kantor pusat terhadap kedua pasien tersebut:

Pasien A (bule, site manager, luka laserasi di telapak tangan kanan):
1. Please advise your site location and also you phone number, our doctor wish to speak with you for patient's condition.
2. Wash wound with 2 liters of either sterile water or bottled water, explore the wound carefully and tell me if you see any tendons, bones, or any foreign bodies-? Take a picture of the wound spread open and send to me. Make sure you test the complete function of the hand and all the fingers and nerves, send us your report. Remove foreign bodies if loose in wound. I need a full formal report of a hand injury- call me. Don't close the wound- put saline quaze loosly in wound, remove tomorrow, clean with sterile saline and report back ASAP either by calling us tonight ASAP or tomorrow when communication availble. The plan is if the wound is superficial - we can do care by you- if we think deeper or needs surgeon he will need evac- for tonight- clean wound as above, don't close and give Augmentin if not allergic.
3. Please keep us update within 24hrs as per CD advise.
4. Please update us the current condition of Mr. CH and if possible send us the newest picture of the patient's wound condition.
5. Pls advised us when patient return to his home country.Pls also advised patient to get treatment when he return to his home country.
6. If there is any concern about the wound, we could get him reviewed while he is in Singapore next week. Could we have the contact number for the patient so that I could speak to him directly?

Pasien B (karyawan lokal, tukang potong rumput, luka laserasi di jari kelingking tangan kanan):
1. Hi James, thank you for the report. Appreciate to keep the procedure being maintained onsite. Have a nice day. Regards, CD

Ironis! Pelayanan medis di perusahaan yg notabene ber-merk internasional ternyata msh membeda-bedakan ras dalam memberikan pelayanan. Ataukah kemerdekaan yg telah kita raih lebih dari 64 tahun yang lalu masih menjadikan kita terjajah? Sudah merdekakah mental kita, bung?

Sunday, September 20, 2009

LEBAR(AN)

Mungkin kata Lebaran berasal dari kata Lebar ya.. Mungkin saja -yg diinginkan bagi kita agar me-Lebar-kan pintu hati untuk maaf bagi sesama; me-Lebar-kan rumah utk menerima kaum dhuafa yg membutuhkan; me-Lebar-kan tangan utk merangkul sesama yang membutuhkan; me-Lebar-kan mata jasmani & bathin utk melihat masih ada sesama kita yg membutuhkan uluran tangan kita; me-Lebar-kan ...

Apapun arti kata tersebut, dr lubuk hati yg terdalam sy ingin mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI kepada rekan2 yg merayakannya; semoga selalu diberi kemudahan dalam menjalani hari2 yg menantang sampai kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan dan Lebaran tahun depan...

Monday, August 24, 2009

Ramadhan dan Niat

Ramadhan identik dgn apa ya? Coba kita urut satu persatu: sahur, puasa, ngabuburit, berbuka dgn yg manis, kurma, es kelapa muda, kolak, dll. Deretannya msh panjang. Bagi kaum Muslim, bulan Ramadhan merupakan bulan yg penuh berkah. Bagi sy? Berkah juga dong, secara makanannya pd enak-enak semua, hehe...

Ramadhan tahun ini niat sy sdh bulat: ingin ikutan puasa seperti rekan-rekan umat Muslim. Kalau umat Muslim tujuannya utk ibadah, sementara sy utk membuang lemak-lemak berlebih di tubuh supaya perut bisa tambah kecil dan yg ujung-ujungnya biar lebih langsing, hehe... Semoga!

3 hari sudah berlalu dan sejauh ini fine-fine saja. Yg kata org puasa bisa bikin maag rupanya hanya isapan jempol belaka. Ternyata puasa itu mudah dijalani asal ada niat yg kuat utk menjalaninya. Seperti pepatah Papua: Where there is a will, there is a way. Yg artinya, kalo ada si Will, maka disitu pasti byk busway, hahaha...

Eniwei, selamat menjalankan ibadah puasa buat rekan-rekan Muslim. Semoga membawa berkah dan kembali Fitrah. Amin...

Saturday, August 08, 2009

Tangkap Teroris

Fenomena Mbah Surip

"Tak gendong..ke mana-mana..Tak gendong ke mana-mana..Enak tau..Hahaha…”

Lagu fenomenal ini asli gubahan Urip Aryanto yg lebih dikenal dgn sebutan Mbah Surip sempat menempati deretan atas beberapa tangga lagu terpopuler di Indonesia. Pria nyentrik dgn rambut rasta ala Bob Marley serta topi kupluk yg lahir di Mojokerto 5 Mei 1949 ini semasa hidupnya berpindah2 dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya; mulai dari pengeboran minyak, tambang berlian di beberapa negara sampai akhirnya memilih kembali hijrah ke Indonesia sebagai seorang seniman.

Mbah Surip pernah mendapatkan rekor MURI (museum Rekor Indonesia) untuk kategori menyanyi terlama selama 60 jam! Wahh, kuat ya.. Salah satu gubahan yg dinyanyikannya, Tak Gendong, merupakan karya gubahan seorang Mbah Surip pd thn 1983 semasa beliau tinggal di Amerika Serikat. Menurutnya lagu ini memiliki makna filosofi tersendiri, yakni belajar salah. Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran “Manusia Indonesia Sejati” yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut.

Pria yg kerap mengucapkan kalimat I Love You Full ini menghembuskan napas terakhir di hari Selasa 4 Agustus 2009 pkl. 10.30 dan akhirnya dikebumikan di kawasan Bengkel Teater Rendra milik WS Rendra di Depok. Selamat jalan mbah...

Thursday, July 30, 2009

PEMILU ANEH

Hmm, pemilu kali ini bener2 ga nyangka bakal ikut memilih. Pasalnya, ngga ada pemberitahuan bagaimana proses biar jadi DPT bila bukan penduduk asli. Nah, begitu hari H-nya baru bingung. Selama ini teteup kekeuh pada LANJUTKAN!, tp klo ga bisa memilih mah sama wae...

Kampanye ketiga pasangan sangat hebat, termasuk obral janji sana-sini melalui media apa saja. Sepintas, semua bener2 hebat-dahsyat-mantap! Tapi, gak se-menggelitik kampanye ala komik yg sy dptkan melalui sebuah situs di internet.

Berikut gambar peserta Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2009:

Keluarga Goda

Megawati - Jaiko (Adik Giant)

Prabowo - Giant

Layaknya Jaiko yang pendiam dan jarang muncul dalam cerita Doraemon, Megawati selama ini memang cenderung kurang cerewet. Ia perasa dan mudah tersinggung, terbukti dari sikap perang dinginnya (Baca: Cuek-cuekan) dengan SBY (Mirip Jaiko yang sangat sensitif jika ada orang yang mengkomentari karya komiknya). Sementara Prabowo, bak Giant yang selalu melindungi Jaiko, terkesan lebih dominan dalam hubungan capes/cawapres dan juga lebih vokal dalam menyerukan aspirasinya. Karakter Giant sebagai anak nakal, tukang bully, juga bisa menjadi perlambang citra Prabowo yang selama ini terbelit dengan masalah HAM.

Keluarga Nobi

SBY - Nobisuke (Papa Nobita)

Boediono - Nobita

Ayah yang baik, pegawai biasa tanpa prestasi yang menonjol, tekad yang agak lemah (Usahanya untuk berhenti merokok selalu gagal). Itulah sifat-sifat Nobisuke. Karakter yang pas untuk SBY yang selalu terkesan lamban dalam mengambil tindakan dan terkesan lembek dalam menghadapi lawan politiknya. Walau masa pemerintahannya sepanjang tahun 2004 sampai pada tahun 2009 secara keseluruhan dianggap cukup baik (Baca: Gak ancur-ancur amat), SBY tidak berhasil menorehkan prestasi yang menonjol. Pemilihan Boediono sebagai pendamping SBY pada awalnya menuai banyak kritikan. Citra “kapitalis” Boediono dianggap dapat menjadi titik lemah dari duet SBY-Boediono. Sebagai wajah baru non-partai di bursa pemilihan presiden/wakil presiden, Boediono dikritik (setengah difitnah) oleh lawan-lawannya sebagai antek-antek asing dan penganut neo-liberalisme (Suatu istilah yang sampai sekarang gak jelas artinya apaan). Bak Nobita yang selalu dibully oleh Giant dan Suneo, kritikan dan tuduhan (termasuk urusan agama istrinya) berdatangan secara bertubi-tubi baik dari pendukung “Keluarga Goda” (Yang mengangkat tema ekonomi yang Pro-Rakyat) ataupun dari pendukung “Keluarga Honekawa” (Yang mempunyai citra sebagai duet capres/cawapres yang paling Islami).

Keluarga Honekawa

JK - Papa Suneo

Wiranto - Sunetsugu

Rasanya tiada karakter lain yang lebih cocok untuk mewakili JK selain daripada figur Papa Suneo. Selain tampangnya yang memang mirip (”Jambul”nya juga pas bow!!! XD XD), citra JK sebagai seorang saudagar (Baca: Pengusaha kaya) juga terwakilkan oleh Papa Suneo yang juga adalah pengusaha sukses dari kalangan berada. Sementara itu, bingung mo komentarin apa buat Wiranto - Sunetsugu. (Ya… Cuma mirip di sisiran rambutnya ^^;;; ) Soalnya Sunetsugu itu jarang banget nongolnya! Mungkin cuma bisa dibilang, Wiranto juga jarang nongolin muka? (Seringan JK yang maju).

Hahahahaaaaaaaaaaa... Ngakak juga baca ide kreatif ini, dan kampanye ini bener2 lebih memikat dibanding iklan kampanye di tipi. Lalu, bagaimana cara agar bisa ikut Pemilu?

Awalnya hanya mengantar seorang teman untuk contreng. Begitu tiba di TPS dan lihat nama2 DPT yg tertera di dinding luar, ternyata ada beberapa nama yg terdaftar namun orgnya lagi cuti. Hmm, ide nakal ini, hihihi...

"Bu, mau ikut contreng tp kartu sy tdk ada" "Namanya siapa, pak?" "Guritno Soeleman, nomer urut 247" (dgn wajah super pede) "Ooo, ada pak. Ini kertas suaranya. Silahkan"

Mohon maap pak Guritno, namanya dipinjem untuk nyontreng. Hehehe... Kalo dah begini, Pemilu-nya yg aneh atau oknum-nya ya? Lanjutkan!