Saturday, April 18, 2009
Friday, April 10, 2009
PEMILU & GOLPUT
Pemilu yg baru dilaksanakan tgl 9 April 2009 masih memilih calon legislatif yg nantinya bakal mewakili rakyat (mudah2an) utk periode 5 thn ke depan. Semua warga wajib dan kudu memberikan suaranya dlm pesta demokrasi ini. Kalo tidak? Mmm, gak ada hukumnya sih, tp ya gak realistis lah; secara kita kan warga yg baik (hehe...), meskipun MUI sudah mengeluarkan fatwa 'haram golput'.
Pemilu sekarang apa benar2 LUBER (langsung-umum-bebas-rahasia)? Apa masih dianggap rahasia jika prosesnya seperti warga Indonesia yg tinggal di Malaysia, dimana kartu suara yg sudah dicontreng dikirim balik ke KPU melalui pos? Atau jika pasien yg terbaring lemah namun harus tetap mencontreng dgn bantuan org lain? Lansia yg bahkan utk memegang alat tulispun mesti dibantu? Bagaimana dgn banyaknya calon yg bikin tambah bingung krn harus memilih calon yg tdk dikenal? Seperti kasus ditemukannya kertas suara asal Bali di Jawa namun telah dicontreng, yg mengartikan bahwa warga hanya asal mencontreng tanpa mengenal siapa dia! Ironis bukan...
Melihat fenomena tsb sepintas lalu membuat sy terenyuh (hallahhh...). Dan sikap selanjutnya ialah: sy harus mengenal calon yg bakal mewakili sy nantinya dan memilih dia. Titik. Tp, pd kenyataan di hari H-nya, sy hanya bs gigit jari. Secara kesempatan memilih ga bisa digunakan krn berada di lokasi kerja yg sangat jauh dr rumah. Ternyata sy tdk sendiri; ada lebih dr 100 org disini yg mengalami nasib tragis yg sama dgn sy. Tp, bagaimanapun jg sy tetap menghargai apapun hasil dr pesta demokrasi ini.
Mudah2an saat memilih presiden & wakilnya nanti sy bs ikut andil dgn memberikan suara... Dimana sy ya saat itu?
Sunday, March 29, 2009
DURIAN
Wah, kalo yg namanya durian.. itu sudah! Sampe ke ujung dunia bakal sy kejar buat makan durian sepuasnya, hallahhh! But its true. Beberapa kali musim duren, pasti gak ketinggalan infonya alias always update; kpn musim duren, dimana lokasinya, jam brp sj rame jual, brp harganya; pokoknya bener2 update utk hal yg satu ini.
Ini sebagian cerita puasnya makan duren:
1. Waktu jaga di klinik PT. KEM (Kutai Barat-Kalimantan). Ceritanya waktu ada pasien outsider dtg berobat. Nah, aturannya perusahaan kan kalo penduduk lokal mesti bayar sendiri. Begitu selesai berobat trus minta tagihan, si pasien dgn muka sedih ngomong, "sy tdk punya uang". Nah lho... Aturan perusahaan mesti bayar, tp kasihan juga, secara si bapak mesti jalan (minimal 12 km) dr gerbang utama utk sampe ke klinik. "tp sy ada bawa duren", sambung si bapak. What? Duren? Alhamdullilah... Tanpa pikir panjang langsung kami angkut duren yg dibawa si pasien, lumayan ada sekitar 15 buah. Puas...
2. Waktu ngajar di Ternate. Sore terakhir di Ternate, kami memutuskan jalan2 di sekitar pantainya. Cuci mata rencananya, tp yg ada byk duren di sana. Setelah tawar-menawar harga dapetlah harga yg bener2 heavenly cheap: 25 ribu utk segandeng alias 10 buah. Sy habisin sekitar 8 buah sendirian, sdgkan temen hanya mampu 2. Durenaholic banget!
3. Waktu tugas di Talisman Energy (Prabumulih). 3 hr terakhir sebelum off, ada info ternyata lagi musim duren di Prabumulih. Besok paginya langsung pesen sama driver yg ke kota utk beli duren dgn modal 50 ribu. Sorenya waktu dia balik ke site pulang2 bawa 12 buah. Durian yg daging tebel & biji kecil, kalo di Toraja org taunya duren jenis ini dgn sebutan 'durian lompo-telek', yg artinya &%#$&@)# (bahasa jorok). Maknyuusss...
4. Durian jatohan Haji Arif (DJHA) - Pandeglang. Yg ini wajib didatangin, secara rasa durennya bener2 muanteeppp punya; dagingnya tebel, dan yg pasti gak nyesel coz penjualnya berani jamin garansi 3 thn (kalo ada yg busuk, mentah atau gak bagus bs ditukar). Selain itu, diwaktu2 tertentu, sekitar November Desember, ada duren yg aromanya macem2; aroma pandan, vanili, coklat, dll. Nah, kalo ada yg niat pergi ke sini, tempatnya kira2 1/2 jam perjalanan dr Serang ke Pandeglang. Buka terus (selagi durennya msh ada); jd biar gak kehabisan mesti pesen terlebih dahulu di 081314285223.
Mmmm, kira2 dlm waktu deket ini ada musim duren dimana lagi ya...
Saturday, March 14, 2009
TOUR TO MAKASSAR & TORAJA
Bantimurung
Kembali dr Sorowako, kami langsung menuju ke Hasanuddin Airport di Makassar. Pikir2 sdh hari Jumat dan kalo kembali ke Jakarta juga tetap libur Sabtu Minggu, jadinya kami memutuskan utk tur kembali alias muter2 sampai kaki pegel… Dari bandara, kami carter mobil seharga 100rb menuju ke air terjun Bantimurung. Terlalu mahal sih, krn bisa diirit dgn naik ojek ke jalan utama (15rb), lalu naik pete2 (baca: angkot) menuju ke Maros (5rb) dan dari sana kembali naik pete2 ke Bantimurung (5rb). Berhubung bawaan ada laptop segala, punya kantor pula, jadi kami mesti carter mobil.
Memasuki daerah wisata, kami disambut dgn patung besar dr nenek moyangnya Charles Darwin. Ini dia… Mirip sama om Darwin gak ya? Hehehe… Setahu sy, Bantimurung terkenal dgn kupu2nya yg beraneka warna dan jenis, namun saat kami ke sana, kupu2 sdh jarang (bahkan tdk ada); malah banyaknya sdh menjadi hiasan berupa gantungan kunci, koleksi kupu2, dll. Sayang!
Naik ke anak tangga yg mengarah ke gua Batu, kami hrs berjalan kaki sejauh 900 meter, puffhh… Guanya menurut sy kurang menarik, stalagmite yg terbentuk tdk menarik ditambah coretan di dinding gua. Yg menarik hanya pemandangan di luar gua berupa danau kecil. Indah kan?
Oiya, karcis masuk di sini 4rb; kalau mau ke wisata lainnya di sini cukup sewa senter oleh banyak warga lokal di sekitar. Kami harus kembali ke Makassar secepatnya, jd pulang deh kami dr Bantimurung. Perjalanan kami pilih dgn naik pete2 yg bener2 super irit. Tiba di Makassar, kami menuju ke rumah salah seorang kenalan utk titip barang lalu mencari bus ke Toraja yg kami rencanakan malamnya.
Toraja
Bus yg kami pilih benar2 istimewa; bisa tidur di jalan krn pak sopir menguasai jalan dan mahir mengemudikan bus tersebut. Rekomendasi banget utk perjalanan Makassar – Toraja. Dgn biaya 80rb perjalanan start pkl. 21.30 dan tiba pkl. 6 pagi. Brrrr, dinginnya Makale, ibukota Tana Toraja, menyambut kami pagi itu. Setelah bersihin badan (di pool bus booo...) kami perlu mengisi bahan bakar utk perut. Bah, ngga ada yg buka pagi2. Jadinya, bakso menjadi pilihan sarapan kami. Lumayan…
Nah, tiba waktunya utk sewa mobil. Di terminal, kami menawar satu mobil Kijang utk mengantar kami keliling Toraja sampai pkl. 6 sore. Tawar menawar dan pas lah harganya, 300rb sdh termasuk bensin dan sopir. Heavenly cheap, is it? Kalo ada rekan2 yg mau bepergian di Toraja sy rekomendasikan hubungi si supir, Melky, asli Kupang yg kedampar di Toraja (085299803591).
Tur Toraja dimulai di Lemo, salah satu wisata kuburan batu yg jaraknya terdekat dgn Makale. Pagi2 sudah liat kubur nih, hehehe… Di sekitar Lemo, ada banyak penjual kerajinan dan souvenir khas Toraja yg bisa diperoleh dgn harga yg bener2 heavenly cheap…
Dr sana, kami menuju ke Tilanga' (yg artinya air menyembur). Sengaja kami ke sini krn pingin melihat Masapi, hewan air yg seperti belut namun juga seperti ikan gabus dgn ukuran badan yg lumayan besar. Setelah menunggu lama ditambah menggunakan jasa seorg anak, keluarlah hewan tsb. Cukup panjang, kira2 2 meter; namun kata si anak itu masih termasuk yg kecil. Wah, induknya seberapa besar ya? Menurut cerita penduduk ada yg mencapai ratusan meter. Oh ya?
Tempat wisata berikutnya ialah Londa. Hmmm, semua wisatawan yg menuju Toraja pasti tau tempat ini. Terkenal dgn gua berisi peti2 mati dan tengkorak yg jumlahnya banyak sekali. Sangat religious, ditambah letaknya yg sedikit menurun membuat daerah tersebut agak syerem (kalau jalan sendiri, hehehe…). Inilah kami bertiga, sy beserta temen mba Ella, dan sang sopir Melky. Mantap gaya kami kan, hehehe…
Kete Kesu merupakan tempat wisata kunjungan kami berikutnya. Terkenal dgn deretan Tongkonan, rumah adat Toraja. Sayang, rumah2 tsb terlihat seperti tdk terurus. Banyak tanaman di sepanjang atapnya. Kami juga menuju ke wisata kuburan di belakang deretan Tongkonan di sana. Nah, ada latar yg mantap utk berfoto lagi nih… Guide kami, seorang anak kelas 2 SMP, menceritakan panjang lebar ttg budaya Toraja terutama pesta adat dan segala macam ukiran yg ada. Menambah wawasan jadinya.
Makassar
Keesokan harinya kami tiba di Makassar. “Masih pagi mba, kita ke pantai Losari yuk...”. Si mba Ela manggut2 wae sambil bersuara, “Okeh. Mantap!”. Apa coba... Berkunjung ke pantai Losari sudah kami agendakan sejak hari Jumat, tp berhubung macet plus habis ujan jadinya bechek dan juga gak ada ojhek (untuk gak mencrhet, hehe...) baru Minggu pagi inilah kami punya waktu panjang. Secara skejul pesawat kami nanti sore jam 3. Indah ya pantai Losari di Minggu pagi, ditambah super ramai. Mmmm...
Coba2 makan ahh... Sy pesen 1 porsi pisang epe bakar sementara mba Ela masih dgn menu andalan sarapan khas urang Sunda, bubur ayam. Cukup lama kami di Losari, banyak hal yg bisa dipandangi; ramainya pejalan kaki, org yg berjualan, anak2 yg berenang. Tapi, 1 yg paling menarik perhatian sy yaitu seorg pemuda yg sedang memancing. Lama kami liatin dia mancing tp gak 1 pun ikan yg berhasil didapatkan. Pesan moral: kalau hobi jangan pernah menyerah, hallahhh...
Puas berjalan2 disini membuat kami kelaparan lagi. Jalan bolak-balik, lihat sana sini masih belum ada tempat makan yg buka. Kami sdh sepakat, kali ini makan pagi harus bener2 khas Makassar. Harus! Dan setelah lelah berjalan mondar mandir selama 30 menit, akhirnya ada juga rumah makan yg buka, baru saja buka tepatnya. Mau tau apa menu yg kami incar? Ini dia: kapurung (makanan dari sagu, kalau di Ambon dikenal dgn papeda) dan es pisang ijo. Mantap! Makasar bangeettt...
Buru2 kami kembali mengambil barang2 dan langsung ke bandara Hasanuddin. Tepat jam 3 sore pesawat membawa kami ke Jakarta. Dan keberuntungan kembali menghinggapi badan lelah kami. Pihak Garuda meminta kami pindah ke kelas bisnis dgn alasan kelas ekonomi sudah penuh. Bener2 very lucky...
Tanggal 24-28 Maret 2009 ini ada rencana (sudah fix tepatnya) untuk ber-fun ria di seputaran Bromo-Malang-Batu. Sejauh ini sudah lebih dari 10 orang yg pasti ikut. Tunggu cerita dan foto2nya ya di posting berikutnya... Chayooooooooo...
Friday, March 13, 2009
WOMEN & GOSSIP
Td pagi sy dibangunkan oleh suara rame para wanita di ruang tamu yg sedang asyik ber-gossip (salah satunya mba Risa, wanita paruh baya yg masih sabar mengurusi kami). Jam 6 pagi githu lohhh... Lama2 jadi gak pengen tidur lagi, secara seru juga dgr apa sj yg di gosipin: artis yg selingkuh (JuPe), artis yg cerai (lupa siapa yg diomongin), artis yg doyan berondong (Yuni Shara, Dewi Perssik), sampai gosipin yg gak jelas bablas.
After a few hours, sy ke kantor dan takdir mempertemukan sy kembali dgn si mba-gosip ini, hehehe... Dan kembali, petualangan gosippers terus berlanjut di dunia perkantoran. Asyik juga dengerin mereka pada bergosip. Bedanya hanya topik yg dibahas yg lebih intelektual (hallahh...). Tp tetep saja GOSIP! Dan tetep enak didenger juga rupanya.
Wednesday, March 04, 2009
(RE) START
Terakhir update di akhir November 2008, 3 bln yg lalu. What's up? Masalah sepele sih, but itulah yg bikin masalah terungkit kembali. Yup, gak lain en gak bukan, line-problem. Di lokasi terakhir, Sebuku Island, fasilitas nge-net agak (bahkan amat-sangat-sekali) susah. Nah, di Jakarta inilah baru bebas, secara wifi di guest house lancar booo...
So, now I try to re-start my blog. Hopefully everythings gonna be alright...
Sunday, November 30, 2008
KAREBBE PROJECT (AROUND SOROWAKO)
Karebbe Project merupakan proyek PLTA milik PT. INCO. Proyek ini katanya sdh lama dimulai, tp terhambat byk kendala hingga sampai saat ini msh terkatung2; namun, sepertinya dlm 2 - 3 thn ke depan bakal rampung. Semoga... Memulai kelas di sana sgt menyenangkan; pesertanya termasuk kategori sgt antusias sehingga kamipun bertambah semangat.
Di hari terakhir, kami diajak utk berkeliling melihat proyek ini. Wahh, seruuu... Pengalaman baru, apalagi guide nya sgt paham ttg area ini; ya iyalahhh, secara mereka kerjanya di situ... Berjalan melewati terowongan bawah tanah sepanjang 200 meteran, yg nantinya bakal jd aliran sungai. Belum lg foto2 narsis di sepanjang tur ini; pdhal kami baru ketemu, tp kyknya sdh kenal lama bangeett, ya githu dehh..
Malamnya, kami dinner bareng. Menu spesial sdh dihidangkan dan makin klop-lah keasyikan kami di sana. Kembali, narsis masih menghinggapi kami malam itu. Klik klik klik... My friends at Karebbe Project, thanks for all yah, semoga suatu saat nanti kita kembali bertemu asalkan jgn di terowongan itu lagi (sdh jd sungai kan, hehehe...). Tetap semangat semuanya ya...